Archive | Lama Tidur Malam Bayi Pengaruhi Kecerdasannya RSS feed for this section

Bayi Laki-laki Dibuang di Depan Garasi Rumah

10 Dec

Jumat, 10/12/2010 – 17:43

BANYUMAS, (PRLM).- Seorang bayi laki-laki dibuang di halaman rumah pasangan Parabowo (45) dengan Wahyu Sumira (40), warga RT 5/5, Desa Tambaksogra, Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah. Bayi tersebut diperkirakan dibuang pada Kamis (9/12) malam sekitar pukul 22.30. Tangisan keras jabang bayi malam itu membuat pemilik rumah kaget lalu mereka mencari sumber tangisan.

Pemilik rumah Probowo mengatakan, malam itu tiba-tiba dia mendengar ada suara bayi menangis. Saat dilihat ternyata di depan garasi rumahnya ditemukan bayi yang dibungkus kain lengkap dengan pakaianya. Bayi lelaki berkulit kuning yang diperkirakan baru berumur tiga hari. “Kita langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sumbang,” jelasnya.Kapolsek Sumbang AKP Sutrisno beserta anggotanya mendatangi lokasi dan kemudian mengambil bayi tersebut untuk dititipkan di Klinik Dokes Polres Banyumas. “Orang tua yang membuang bayi menitipkan surat yang diselipkan pada kain yang menutupi bayi laki-laki yang kondisinya cukup sehat,” kata Kapolsek.

Dia menduga pembuangan bayi kemungkinan dilatarbelakangi oleh kondisi keuangan sehingga tidak mampu merawatnya. “Dugaan itu semakin kuat dengan adanya tulisan yang menyebutkan ia titip untuk dirawat, dan suatu saat akan kembali melihat bayinya,” jelasnya.Meski begitu polisi akan melakukan penyelidikan motif penelantaran seorang anak oleh orang tuanya. Polsek sudah memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya adalah untuk mengetahui siapa orang tua anak tersebut. Sebab kemungkinan besar orang tersebut bukan warga setempat.

Lama Tidur Malam Bayi Pengaruhi Kecerdasannya

23 Nov

Studi menyebutkan bahwa lama waktu tidur bayi di malam hari memiliki koneksi kepada fungsi kognitif si bayi. Para periset dari University of Minnesota dan University of Montreal menemukan hal ini setelah merekam pola tidur balita. Di usia 12-18, para orangtua relawan diminta untuk mencatat kebiasaan waktu tidur bayi dengan interval 30 menit (mencatat waktu tidur siang dan bangun tidur di siang hari). Di usia 18-26 bulan, para peneliti melakukan pengujian pada kinerja otak bayi tersebut.
Berikut adalah hasil dari studi yang dilansir pada jurnal Child Development tersebut:
Para bayi yang tidur lebih lama di malam hari, antara pukul 19.00-07.00, menjawab tes dengan lebih baik ketimbang yang tidur dengan jumlah waktu lebih lama, tetapi di siang hari. Dengan kata lain, tidur malam hari jauh lebih penting ketimbang tidur siang. Periset mengatakan, semakin lama waktu tidur bayi di malam hari semakin baik.
Para bayi diminta melakukan tes fungsi eksekutif, yakni mendapatkan informasi dalam memori, kontrol impuls, dan memutuskan sesuatu, yang merupakan tugas sulit bagi bayi berusia dua tahun. Contoh, pada suatu tes, periset menempelkan stiker pada salah satu dari tiga pot, menutupnya dengan selimut, kemudian meminta si balita untuk menunjukkan pot mana yang memiliki stiker.
Tentunya, ini merupakan sebuah penelitian kecil, tetapi bisa memberikan penemuan bahwa waktu tidur memiliki dampak fungsi pada otak kita di siang hari. Dalam hal ini, berkaitan dengan fungsi otak untuk menyerap dan mengolah informasi, serta memahami keadaan sekitar. Hal ini juga berpengaruh pada bayi.
Hal ini sangat penting karena, ternyata, meski jumlah tidurnya sama, tetapi tidur siang tidak cukup baik untuk mengganti fungsi tidur di malam hari, setidaknya untuk kesehatan dan perkembangan otak anak. Ternyata, tidur di malam hari dan tidur siang dikelola oleh bagian otak yang berbeda, dalam hal sirkuit dan ritme sirkadiannya, hingga jelas sudah, waktu tidur di malam hari untuk anak tak bisa digantikan di siang hari.
Bayi memang sering terbangun di malam hari, beberapa orang tahu bagaimana mengembalikan si bayi untuk cepat tertidur lagi. Namun, mengenai menjaga bayi agar tidak tidur di siang hari serta bisa tidur lebih awal dan lebih lama di malam hari masih menjadi perdebatan.