Archive | berita baru tentang bayi RSS feed for this section

Bayi Diculik dari Teras Rumah – Pelaku Minta Tebusan Pulsa Rp500 Ribu

29 Nov

Seorang bayi diculik saat sedang ditinggal menjemur pakaian oleh neneknya. Bayi berusia 1,5 tahun itu diculik di teras rumahnya  di  Gang Haji Noim RT 04/01, Pasar Rebo, Jaktim, kemarin.  Sang nenek spontan histeris dan langsung melaporkan kejadian ini ke warga.Firsansah Erza Gibari (1,5) yang akrab dipanggil  Erza, diduga dibawa oleh orang tak dikenal  saat sedang bermain sendirian di teras rumahnya. Sedangkan sang nenek Siti Rokayah (50), saat itu sedang mengambil jemuran pakaian di samping rumah mereka.

Selesai memasukkan jemuran ke dalam rumah, Rokayah  pun kembali teras menemui cucunya. Melihat Erza menghilang, spontan si nenek kaget.  Meski dicari ke tetangga sekitar, namun Erza tak juga dapat ditemukan.  Yayuk Puji Lestari (30) yang kebetulan datang,  memberitahukan kalau melihat Erza digendong seorang wanita. Namun dia juga tidak kenal siapa wanita tersebut.Kedua orangtua korban, sangat sibuk. Hingga kini anak pertama pasangan Anjar (25) dan Nurhayati (25) tersebut masih dalam pencarian aparat Polsek Metro Pasar Rebo.Meski kasus penculikan bayi tersebut ditangani polisi, namun  orangtua korban mendapat pesan pendek melalui SMS dari seseorang yang mengaku sebagai penculik. Penculik tersebut  meminta tebusan dengan pulsa Rp 500 ribu.”Setelah  nomor tersebut dihubungi, ternyata tidak aktif,”  ujar Kasat Reskrim Polres Jaktim, AKBP Dodi Rahmawan, Minggu (28/11).

Dodi  menambahkan, pihaknya saat ini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan dari saksi yang sempat melihatnya. Pelaku adalah seorang pria, dengan tinggi 165 cm, dan berambut ikal. Pakaian pelaku juga terkesan agak lusuh.Pihak kepolisian menduga, pelaku adalah orang yang tinggal tidak jauh dari rumah korban. Petugas pun mulai melakukan penyisiran di sekitar wilayah tersebut. “Kami juga mendata penghuni kos. Apakah ada yang keluar dari kos pasca kejadian tersebut,” ujarnya.

hentikan promosi susu formula

9 Nov

Meski kesadaran untuk memberi ASI eksklusif semakin tinggi, tetapi gencarnya iklan susu formula di Indonesia membuat ASI bukan satu-satunya makanan bayi.
Oleh karena itulah, semua bentuk promosi makanan dan minuman pengganti ASI terutama di fasilitas kesehatan dan kerja sama dengan tenaga kesehatan harus dihentikan.
Demikian benang merah dari forum ONE ASIA (OA) Breastfeeding Partner Forum Ke-7 yang diadakan di Jakarta mulai hari ini, Selasa (9/11/2010), hingga Jumat (12/11/2010) mendatang.
Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta perwakilan dari negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara serta lembaga kesehatan dunia ini mengambil tema “Seruan Mengakhiri Bentuk Promosi Makanan dan Minuman Pengganti ASI”.
“Forum ini diselenggarakan untuk membangun jaringan nasional dan internasional dan memperkuat kolaborasi masyarakat dan pemerintah untuk melindungi dan mendukung upaya menyusui,” ungkap Farahdibha Tenrilemba, Ketua Penyelenggara ONE ASIA Breastfeeding Partner Forum 7.
Forum tersebut juga diharapkan membuka mata semua pihak tentang keberadaan Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI serta jenis-jenis pelanggaran yang terjadi. “Masyarakat bisa jadi pengawas, dengan begitu akan membantu meningkatkan angka menyusui,” kata Farahdibha.
Forum-forum terdahulu telah diselenggarakan oleh IBFAN Asia, sebuah lembaga yang telah memelopori penilaian kebijakan dan program untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung menyusui di 70 negara.
Lewat forum tersebut diharapkan tercapai rencana dan strategi untuk memastikan tiap ibu dan bayi terlindungi dari segala bentuk promosi susu formula yang melanggar kode etik.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan akan melarang semua bentuk pemasaran susu formula untuk bayi berusia kurang dari 1 tahun mulai tahun 2011. Kebijakan itu diharapkan bisa menekan angka kematian bayi dan mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) tahun 2015.