Archive | Bayi 3 Bulan Diduga Mengidap AIDS RSS feed for this section

Pilihan Terbaik Pengidap HIV yang Hamil

29 Nov

Pakar kebidanan dan penyakit kandungan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah dr Agoes Oerip Poerwoko mengatakan wanita pengidap human immunodeficiency virus (HIV) sebaiknya melahirkan dengan operasi caesar.
“Ibu pengidap HIV yang hamil memang disarankan melakukan proses persalinan melalui operasi caesar. Ini untuk menghindari penularan HIV pada janin karena luka akibat proses persalinan normal,” katanya di Semarang, Minggu (28/11).

Menurut dia, bayi yang terlahir dari ibu positif HIV tidak selalu tertular virus, dan penularan HIV pada bayi tersebut baru bisa diketahui setelah usianya menginjak 18 bulan.
Karena itu, kata dia, para wanita yang terinfeksi HIV boleh saja hamil, namun ada sejumlah hal yang harus diwaspadai agar virus tersebut tidak menular kepada buah hatinya.
Ia mengatakan wanita pengidap HIV harus merencanakan kehamilannya, termasuk pemeriksaan awal seperti jumlah virus dan kondisi kekebalan tubuhnya, apalagi penularan HIV pada janin terjadi melalui plasenta.

“Kalau plasenta si ibu sehat, kemungkinan bayi yang dikandungnya tidak ikut tertular HIV,” kata Agoes yang juga anggota tim HIV/AIDS RSUP dr Kariadi Semarang tersebut.
Akan tetapi, kata dia, sehat atau tidaknya plasenta si ibu tidak terlihat melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), dan semakin banyak jumlah virus yang terkandung memperbesar risiko penularan HIV pada janin.

“Untuk memperkecil risiko penularan pada janinnya, wanita pengidap HIV yang hamil harus selalu mengonsumsi obat ‘Antiretroviral’ (ARV) untuk memperlambat perkembangbiakan virus dalam tubuh,” katanya.
Selain itu, kata dia, upaya meminimalkan penularan virus HIV pada bayi dilakukan dengan memberikan obat profilaksis pada setiap bayi yang terlahir dari rahim ibu yang positif mengidap virus HIV.
Disinggung pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi tersebut, ia mengatakan hal itu boleh saja dilakukan dan memang lebih baik, meskipun tetap memiliki risiko terhadap penularan HIV pada bayi.
“Boleh saja (pemberian ASI, red.), namun sebaiknya jangan dicampur dengan pemberian susu formula, sebab susu formula dikhawatirkan membuat usus bayi terluka dan tidak memiliki zat antibodi seperti halnya ASI,” kata Agoes. (Ant/OL-2)

Bayi 3 Bulan Diduga Mengidap AIDS

24 Nov

Untuk pertama kali,  lima orang pengidap penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)  ditemukan di  Kotamobagu. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan klinik Voluntary and Counseling Testing (VCT) di Rumah Sakit Prof DR Kandou, di Manado. Bahkan, dari kelima pengidap itu diketahui salah seorangnya masih bayi berusia 3 bulan. Temuan ini berawal dari pengiriman data sampel lima warga Kotamobagu yang diduga menderita sudah terjangkiti HIV-AIDS. Dan ternyata, kelima warga tersebut positif mengidap penyakit AIDS. “Satu diantaranya masih bayi yang baru berusia 3 bulan,” beber Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu dr Salmon Heldelwery.

Menurutnya, data penderita ADIS ini tentunya menjadi persoalan serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat se  Kotamobagu. Alasannya, penyebaran penyakit ini sulit untuk diketahui, selain memeriksakan darah. Penyakit ini juga, seperti fenomena gunung es, yaitu jumlah penderita yang dilaporkan lebih sedikit dibanding yang tidak terlaporkan. “Kami akan jadikan ini sebagai penanganan prioritas,” tegasnya.Apalagi diketahui, seorang penderita AIDS memungkinkan menjangkiti 100 hingga 1.000 orang. Artinya, bisa saja di Kotamobagu bukan hanya lima penderita saja, tetapi  memungkinkan 500 hingga 5.000 penderita yang tidak diketahui pemerintah. Karena itu, kata Salmon, guna mengantisipasi AIDS tidak menyebar luas, Pemkot Kotamobagu lewat Dinkes akan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan di beberapa titik yang diduga mudah dalam penyebaran virus berbahaya ini. “Kita akanmelakukan pemeriksaan di beberapa tempat yang potensial, di antaranya di rumah tahanan, dengan dugaan di sana banyak sex menyimpang. Kemudian, para PSK,” tuturnya.Ia menambahkan, dalam waktu dekat juga, pihaknya akan menyediakan klinik pemeriksaan khusus penyakit AIDS. Dan alat yang akan dipakai, kemungkinan meminjam alat milik Pemerintah Provinsi, karena Kotamobagu belum memilikinya. ”Saya menghimbau agar tidak melakukan penyimpangandalam berhubungan badan, yaitu melakukan dengan bukan pasanganya. Kemudian, harus memakai alat kontrasepsi, karena penyebaran virus bisa 1 banding 100,” tandasnya