Archive | December, 2010

Gangguan Pernapasan, Bayi Kembar Siam Meninggal

10 Dec

Liputan6.com, Medan: Malang nasib dua bayi Nabila dan Naila, kembar siam yang dempet pada perut dan dada (toracho abdomino) asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Setelah sempat kritis selama berjam-jam, kedua putri pasangan Muslim dan Siti Hajar meninggal dunia pada Rabu (9/12) pukul 17.40 WIB karena gangguan pernapasan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik.
Saat kritis, pihak rumah sakit sempat memberi bantuan pernafasan melalui ventilator. Namun sayang, nyawa keduanya tak tertolong. Orangtua bayi kembar siam ini terlihat syok, terlebih Siti Hajar yang belum sembuh total pascaoperasi caesar. Keduanya bahkan tak mampu diwawancarai.
Menurut Humas RSUP Adam Malik, Sairi Saragih, bayi kembar siam ini masuk masa kritis pada Rabu pukul 09.30 WIB karena ada gangguan pernapasan. Kemudian, ventilator baru dipasang pukul 12.00 WIB. Namun Tuhan berkehendak lain, keduanya pun meninggal pada petang hari akibat gangguan pernapasan karena gagal pada jantung dan paru.
“Pada pukul 09.30 WIB, pernafasannya sudah turun dan jantungnya juga sudah turun,” jelas Sairi.

Bayi Laki-laki Dibuang di Depan Garasi Rumah

10 Dec

Jumat, 10/12/2010 – 17:43

BANYUMAS, (PRLM).- Seorang bayi laki-laki dibuang di halaman rumah pasangan Parabowo (45) dengan Wahyu Sumira (40), warga RT 5/5, Desa Tambaksogra, Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah. Bayi tersebut diperkirakan dibuang pada Kamis (9/12) malam sekitar pukul 22.30. Tangisan keras jabang bayi malam itu membuat pemilik rumah kaget lalu mereka mencari sumber tangisan.

Pemilik rumah Probowo mengatakan, malam itu tiba-tiba dia mendengar ada suara bayi menangis. Saat dilihat ternyata di depan garasi rumahnya ditemukan bayi yang dibungkus kain lengkap dengan pakaianya. Bayi lelaki berkulit kuning yang diperkirakan baru berumur tiga hari. “Kita langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sumbang,” jelasnya.Kapolsek Sumbang AKP Sutrisno beserta anggotanya mendatangi lokasi dan kemudian mengambil bayi tersebut untuk dititipkan di Klinik Dokes Polres Banyumas. “Orang tua yang membuang bayi menitipkan surat yang diselipkan pada kain yang menutupi bayi laki-laki yang kondisinya cukup sehat,” kata Kapolsek.

Dia menduga pembuangan bayi kemungkinan dilatarbelakangi oleh kondisi keuangan sehingga tidak mampu merawatnya. “Dugaan itu semakin kuat dengan adanya tulisan yang menyebutkan ia titip untuk dirawat, dan suatu saat akan kembali melihat bayinya,” jelasnya.Meski begitu polisi akan melakukan penyelidikan motif penelantaran seorang anak oleh orang tuanya. Polsek sudah memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya adalah untuk mengetahui siapa orang tua anak tersebut. Sebab kemungkinan besar orang tersebut bukan warga setempat.