Bayi 3 Bulan Diduga Mengidap AIDS

24 Nov

Untuk pertama kali,  lima orang pengidap penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)  ditemukan di  Kotamobagu. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan klinik Voluntary and Counseling Testing (VCT) di Rumah Sakit Prof DR Kandou, di Manado. Bahkan, dari kelima pengidap itu diketahui salah seorangnya masih bayi berusia 3 bulan. Temuan ini berawal dari pengiriman data sampel lima warga Kotamobagu yang diduga menderita sudah terjangkiti HIV-AIDS. Dan ternyata, kelima warga tersebut positif mengidap penyakit AIDS. “Satu diantaranya masih bayi yang baru berusia 3 bulan,” beber Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu dr Salmon Heldelwery.

Menurutnya, data penderita ADIS ini tentunya menjadi persoalan serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat se  Kotamobagu. Alasannya, penyebaran penyakit ini sulit untuk diketahui, selain memeriksakan darah. Penyakit ini juga, seperti fenomena gunung es, yaitu jumlah penderita yang dilaporkan lebih sedikit dibanding yang tidak terlaporkan. “Kami akan jadikan ini sebagai penanganan prioritas,” tegasnya.Apalagi diketahui, seorang penderita AIDS memungkinkan menjangkiti 100 hingga 1.000 orang. Artinya, bisa saja di Kotamobagu bukan hanya lima penderita saja, tetapi  memungkinkan 500 hingga 5.000 penderita yang tidak diketahui pemerintah. Karena itu, kata Salmon, guna mengantisipasi AIDS tidak menyebar luas, Pemkot Kotamobagu lewat Dinkes akan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan di beberapa titik yang diduga mudah dalam penyebaran virus berbahaya ini. “Kita akanmelakukan pemeriksaan di beberapa tempat yang potensial, di antaranya di rumah tahanan, dengan dugaan di sana banyak sex menyimpang. Kemudian, para PSK,” tuturnya.Ia menambahkan, dalam waktu dekat juga, pihaknya akan menyediakan klinik pemeriksaan khusus penyakit AIDS. Dan alat yang akan dipakai, kemungkinan meminjam alat milik Pemerintah Provinsi, karena Kotamobagu belum memilikinya. ”Saya menghimbau agar tidak melakukan penyimpangandalam berhubungan badan, yaitu melakukan dengan bukan pasanganya. Kemudian, harus memakai alat kontrasepsi, karena penyebaran virus bisa 1 banding 100,” tandasnya

 

Advertisements
%d bloggers like this: